Blog ini dalam perlindungan Allah SWT.
Home » » Mencari Jati Diri

Mencari Jati Diri

Ketidaktahuan atau ketidakjelasan tentang jati diri, kayaknya emang kagak pernah lepas dari kehidupan remaja dan para ABG kita. Berbagai berita dan kabar sekitar remaja sering kali menunjukkan kepada kita betapa ternyata remaja kita itu masih banyak yang bingung dengan jati diri mereka. Mulai darimaraknya tawuran antar pelajar, kebiasaan ngeceng di pinggir-pinggir jalan, terjerat narkoba demi “kesetiakawanan”, ABG komersial yang menjamur demi beberapa keping uang ‘tuk beli makanan ‘prestise’ macam Mc D, KFC, … hingga banyaknya angka ‘ kecelakaan’ diluar nikah plus aborsi yang dilakukan mereka adalah sederet kasus yang menunjukkan bahwa mereka itu belum atau tidak ngerti dengan jati diri mereka sesungguhnya. Maka nggak heran ketika mereka menginjak usia dewasa (udah mahasiswa lagi) mereka masih bingung tentang hakikat mereka sendiri, apa tujuan hidupnya, bagimana cara meraih/mencapai tujuan tersebut dan apa yang mesti dilakuin.

Jatidiri…. Bukanlah Perkara Remeh !
Jadi emang, kalo’ kita pengin bicara tentang jati diri, maka berarti kita perlu ngebahas tentang diri kita sendiri dan kehidupan yang kita jalanin. Menjalanin kehidupan itu sendiri, ibaratnya melakukan sebuah perjalanan. Seorang yang mau bepergian haruslah tergambar dalam benaknya terlebih dahulu kenapa harus bepergian, untuk apa, hendak kemana, dan gimana supaya bisa sampe’ ketujuan tadi. Harus lewat mana, naik mana, dan berangkat dari mana. Demikian pula dengan kita, selama kita belum bisa merumuskan hal-hal diatas tadi, maka jangan harap kita bisa sukses dalam perjalanan kita. Bisa jadi kita udah capek-capek habisin waktu, uang, dan tenaga….eh ternyata kita nggak nyampe-nyampe …..yah tentu saja, lah wong tujuannya aja masih belom kita putusin, ya mana mungkin kita bisa mutusin mau naik kendaraan apa, berangkat dari mana, lewat jalan mana dan apa yang musti kita lakuin agar bias nyampe’ ke tujuan tadi. Jadinya kita mungkin cuman muter-muter aja tanpa ada arah yang jelas sampe’ kitanya jadi judheg dan capek dengan perjalanan tadi. (bingung nih yee…). Baca srtikel kami yang lain tentang hukum memakai emas bagi laki laki.

Begitu pulalah gambarannya orang menjalani hidup ini. Kalo’ dia belom juga ngerti siapa sich dirinya itu, apa tujuan hidup, dan nggak tahu juga gimana caranya sampe’ke tujuan hidupnya tadi, maka ia akan tampil sebagai orang-orang yang ling lung, kesana kemari tapi kagak jelas mau kemana. Kalo’ orang-orang disekitarnya seharian pergi ‘ngedisko karena katanya itu adalah cara menunjukkan identitas diri …..ikut dech orang ini ngedisko, begitu sekitarnya n’tripping, yang lain pada demo….ikut-ikutan dech demo dia lakuin meski kagak ngerti untuk apa dan kenapa dia ngelakuin itu. Begitu seterusnya… sehingga jadilah dia sebagi orang yang hidup tanpa ada landasan yang pasti.

Oleh karena itu, menjawab pencarian jati diri kita adalah suatu keniscayaan yang harus kita kelarin kalo’ kita pengin sukses dalam menjalani kehidupan kita ini. Karena dia adalah satu langkah awal yang harus kita lakuin sebelum kita menentukan kapan kita harus melangkah dan kearah mana kita harus melangkah. Dengan kata lain, kejelasan jati diri adalah langkah awal bagi kejelasan masa depen hidup kita.

Berpikir dan berpikir adalah sebuah langkah awal 
Sebenarnya pertanyaan seputar jati diri kita, bahwa kita itu siapa sich ? Habis itu mau kemana sich ? secara alami mesthi akan muncul dalam benak kita kalo’ kita mau melihat dan memikirkan diri kita, alam sekitar dan kehidupan yang ada di sekeliling kita, karena ketika manusia udah mencapai kondisi aqil baligh yaitu kemampuan mengakalnya (berpikirnya) telah sempurna, maka dengan kemampuan berpikir yang dia punya tersebut, dia akan terangsang dan mampu memikirkan berbagai macam fakta di depannya. Ketika dia ngeliat laut yang begitu luas dengan beragam makhluk besar-kecil didalamnya. 

Ketika dia ngeliat matahari yang cumin satu tidak sembilan kaya’ diceritanya “Sun Go Kong” sehingga manusia tidak kepanasan, dan juga ketika di ngeliat rambut diwajah dan tubuhnya…. Yang berbeda-beda tingkat pertumbuhannya ….ada yang bias panjang kayak rambut, tapiada yang kagak (kayak alies, bulu mata dll.), padahal dia kagak ikutan ngatur. Hal ini menunjukkan semua itu begitu teraturnya, yang ndak mungkin dech itu semua ada karena kebetulan tanpa ada yang menciptakan dan mengaturnya, tanpa ada sesuatu dibalik semua itu, sesuatu yang pada-Nya-lah kita bisa menyadarkan segala sesuatu yang bersifat serba terbtas tadi, hingga sampailah kita pada suatu pertanyaan: “Dimana sich asal dari semua ini, asal dari manusia, alam semesta dan kehidupan ini? Dan untuk apa semua ini ada?

Begitu juga, ketika kita meneruskan pengamatan kita, maka kita akan ngeliat bahwa meskipun kita pengen  hidup selamannya….tapi toh ternyata kita kagak bisa nolak bahwa kita pasti akan semakin tua dan kemudian secara pasti maut itupun dating, tidak pandang siapapun, orang kayakah, miskinkah, tuakah, mudakah….ternyata begitu maut menjemput nmaka manusia tidak pernah bisa menolak. Dari sini, maka akan muncul pertanyaan kemanakah mereka setelah mati???! Apakah menjadi hantu gentayangan kayak ‘Si Manis Jembatan Ancol’ atau ya habis sudah riwayat orang mati tadi, atau bagaimana? Pertanyaan ini pasti akan muncul dalam benak setiap orang yang berakal yang mau berpikir.

Kalo’ kita mau mengikuti dengan cermat proses pencarian jawaban ini, maka sebenarnya jawaban yang ditemukanoleh seseorang tadi terhadap tiga pertanyaan besar itulah yang akan menetukan apakah orang itu menjadi menjadi orang yang beriman, dan menganut aqidah Islam ataukah tidak. Demikian pula tas dasar jawaban tiga pertanyaan mendasar itulah seseorang itu akan menjalani dan membangun kehidupan dengan model kehidupan yang bagaimana. Karena tiga  pertanyaan diatas adalah kunci bagi terurainya pertanyaan atau masalah cabang yang dihasilkan.
Saatnya Mengerti, siapa Sich Gue` ini?

Nah kalo kita mau menggunakan akal yang udah dikaruniakan Alloh ini kepada kita, yang dengan-Nya kita kita menjadi mahluk Alloh yang berbedfa dari mahluk Alloh yang lain, maka kita akam sampai pada satu kesimpulan ketika kita mengamati fakta manusia, alam semesta dan kehidupan ini, bahwa mesti ada sesuatu yag ada dibalik 3 hal tadi dimana sesuatu itulah yang telah menciptakan semuanya, dari tidak ada menjadi ada, karena tidak mungkin manusia itu mengadakan dirinya sendiri, demikian juga alam semesta tidak mungkina ada dengan sendirinya. Karena mereka semua bersifat terbatas (manusia bisa mati, dunia itu fana), tentu harus ada Dzat yang telah menciptakan mereka, dimana Dzat tersebut harus berbeda dengan mahluk buatan-Nya, Dia tidak boleh bersifat terbatas. Dia adalah Tuhan Yang Maha Pencipta atas segala sesuatu sehingga kita bisa melihat betapa teraturnya mahluk-mahluk ciptaan-Nya itu berjalan. 

Nggak pernah dech kita ngeliat matahari tabrakan sama bintang….. meski semuanya berada dilangit yang sama, teratur banget khan??! Sehingg sangatlah logis kalo kitapun setelah diciptakan oleh-Nya ngakpernah dibiarin aja…dengan kata lain ketika diciptakan telah juga disertakan oleh Alloh Pencipta kita dengan aturan-aturan yang harus kita pakai dalam menjalani kehidupan ini. Agar  kita bisa hidup sebagaimana tujuan kita diciptakan oleh-Nya. 

Karena sebgai pencipta kita, tentunya Alloh Maha Tahu segalanya atas hakekat kita sebagai manusia; apa yang bisa membahayakan kita dan apa yang bisa membahagiakan kita. Bukankah pencipta mobil adalah pihak yang paling tahutentang seluk beluk mobil bikinannya itu!!? Lebih jauh lagi, mobil-mobil bikinannya tadi akan bisa rusak. Demikian pula manusia, kehidupannya akan kacau balau dan tidak akan berjalan sebagaimana tujuan diciptakan kalau selama menjalani kehidupan ini manusia tidak diatur dengan aturan-aturan buatan Penciptanya. Baca juga Hukum Bagi Tukang Zina

Oleh karena itu kenapa kita butuh seseorang yang bisa menyampaikan aturan-Nya dan menunjukan kepada kita bagaimana menyelesaikan masalah kehidupan kita dengan menggunakan aturan-aturan tadi. Seseorang yang diutus-Nya untuk membaca firman-firman-Nya  (Al-Qur’an), yang berisi perintah dan larangan-Nya. Dialah seorang Rosul yang membacakan pada kita kitab yang tidak mungkin dibikin oleh manusia. Kitab yang memiliki gaya bahasa yang tinggi, yang mengkabarkan tidak hanya kejadian-kejadian di masa sekarang, namun juga di masa lampau dan yang akan datang. Yang terjamin kebenaran dan keasliannya sepanjang zaman. Yang terbukti tidak pernah disamai oleh para penyair manapun yang telah berupaya mencoba membuat satu ayat saja yang semisal dengan Al-Qur’an. Kitab yang terbukti tidak pernah dirubah dan disusupi oleh satu katapun selain dari firman-Nya, karena allah sendirilah yang akan menjaganya.
“ Sesungguhnya kami telah menurunkan peringatan (Al-Qur’an) dan kamilah yang menjaganya (QS Al- Hijr : 9).
“ Diturunkan kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Al Ahqaaf :2).

Dan berdasarkan pengkabaran dari Al-Qur’an yang bisa dibuktikan kebenarannya bahwa ia adalah benar-benar kitab yang berisi kalamullah yang telah terjamin kebenarannya secara mutlak karena berasal dari Dzat Yang Maha Benar, akan kita dapatkan informasi tentang kejadian manusia, kehidupan dan alam semesta ini sebagaimana tercantum dalam ayat dibawah ini : 
“ Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air(hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rejeki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui (QS Al Baqarah : 22)

Jadi, jelas sudah, bahwa kita, alam semesta dan kehidupan ini adalah semuanya berasal dari allah SWT, dan bukan karena ada dengan sendirinya ataukah diadakan oleh sesuatu selain Allah. Ini adalah hal yang prinsip yang harus kita yakini karena terkait dengan pengakuan kita secara pasti bahwa Allah adalah pencipta kita. Karena dengan pengakuan yang kuat, yakin 100% tanpa adanya keraguan akan hal inilah berarti kita baru bisa disebut beriman terhadap adanya Allah, bahwa Muhamad adalah utusan allah, Yang datang dengan membawa Al-Qur’an yang semata-mata merupakan kalam(perkataan) Allah termasuk ayat diatas tadi.

Dan ternyata, Allah yang telah menciptakan kita itu bersumpah : “Maha demi Rabbmu, mereka itu(pada hakikatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim(pemutus) atas segala permasalahan yang timbul diantara mereka, kemudian tidak ada rasa keberatan di hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya.” (QS AN Nisa : 65)

Jadi jelas sudah, bahwa semua ini berasal dari Alloh SWT, dan bukan karena ada dengan sendirinya ataukah pula diadakan oleh sesuatu selain Alloh. Ini adalah hal prinsip yang harus kita yakini karena terkit dengan pengakuan kita secar psti bahwa Alloh adalah Pencipta kita. Karena dengan pengakun yang kuat, yakin 100% tanpa ada keraguan akan hal inilah berarti kita baru disebut beriman kepada adanya Allah, bahwa Muhammad adalah utusan Allah, yang datang dengan membawa Al-Qur’an yang semata-mata merupakan Kalamullah.

Dan ternyata, Allah yang telah menciptakan kita itu bersumpah:”Maka demi Rabbmu, mereka itu (pada hakikatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau(Muhammad) sebagai hakim atas segala permasalahan yang timbul diantara mereka, kemudian tidak ada rasa keberatan di hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(QS AN Nisa : 65).

Ayat diatas menunjukkan bahwa kalau kita mengaku beriman, maka konsekuensinya kita harus mau mengambil seluruh aturan yang telah diturunkan Allah melalui Rasulnya untuk mengatur segala aspek kehidupan kita dan kita mengambil aturan tadi dengan penerimaan sepenuh hati tanpa ada rasa keberatan sedikitpun. Hal ini dipertegas lagi oleh Allah : “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku(QS Adz Dzariyat : 56).


Maka untuk beribadah kepada Allahlah, kita dihidupkan didunia ini, dengan cara bagaimana ? dengan cara melaksanakan segala apa yang diperintah oleh Allah, dan meninggalkan segala apa yang dilarangNya. 


0 komentar:

Post a Comment